Abu Janda's Response After Being Reported to the Police by IKM Over Alleged Insults Against the People of West Sumatra
Jakarta - The Central Executive Board of the Minang Family Association (DPP IKM) has filed a report with the Criminal Investigation Agency (Bareskrim) against Permadi Arya, also known as Abu Janda, for allegedly insulting the people of West Sumatra (Sumbar). Abu Janda stated that he never insulted the people of Sumbar.
“I did not insult the people of Sumbar,” said Abu Janda when contacted on Tuesday (May 26, 2026).
In its report, the IKM cited the alleged insult from Abu Janda regarding the phrase “barbaric tribe” uttered by the social media activist. Abu Janda believes the report was motivated by hatred.
https://news.detik.com/berita/d-8506479/respons-abu-janda-usai-dipolisikan-ikm-soal-dugaan-hina-masyarakat-sumbarOpen linkView original on lemmy.ml
Abu Janda alias Permadi Arya. Bukan menteri, bukan pejabat resmi.
Tapi rekam jejaknya selama bertahun-tahun ini adalah cerminan siapa yang diberi ruang dan perlindungan di lingkaran kekuasaan Indonesia.
2018: Dilaporkan ke polisi karena menyebut bendera tauhid "bendera teroris."
2019: Bergabung resmi sebagai buzzer berbayar tim sukses Jokowi. Dia sendiri yang mengaku , dapat gaji besar, diajak kampanye ke Hong Kong dan Jepang.
Januari 2021: Menulis di Twitter bahwa masyarakat Papua "belum berevolusi" , sindir langsung ke Natalius Pigai, mantan Komisioner Komnas HAM. Dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan rasisme.
Januari 2021, dua hari kemudian: Menulis "Islam memang agama pendatang dari Arab. Arogan, mengharamkan tradisi asli." Dilaporkan lagi ke Bareskrim. Kasus-kasus ini tidak pernah selesai diproses.
2023: Berhenti dukung Jokowi, pindah ke kubu Prabowo. Bergabung ke Rumah Besar Relawan Prabowo 08.
Oktober 2024: Dipanggil Prabowo ke Kertanegara ,masuk dari pintu belakang lewat dapur. Diberi pesan: "Mas Permadi tetap fokus urusin masalah intoleransi."
Orang yang punya rekam jejak rasisme dan ujaran SARA ,diberi mandat urus intoleransi.
Maret 2026: Tampil di iNews TV, debat soal konflik AS-Israel-Iran. Di siaran live nasional, menyebut akademisi Feri Amsari dan Prof. Ikrar Nusa Bhakti "tolol" dan "goblok." Diusir dari studio oleh moderator Aiman Witjaksono.
KPI menjatuhkan sanksi teguran tertulis ke iNews TV.
26 Mei 2026 , lima hari yang lalu: Dilaporkan lagi ke Bareskrim. Kali ini karena dalam pidato di diduga di Philadelphia, Amerika Serikat, menyebut warga Sumatera Barat dan Jawa Barat sebagai "suku barbar."
Ini bukan orang yang salah ngomong sekali.
Ini pola yang konsisten selama bertahun-tahun ,dilaporkan polisi berulang kali, tidak pernah diproses, berganti patron kekuasaan dari Jokowi ke Prabowo, dan tetap mendapat ruang di ruang publik.
Yang berubah hanya presidennya.
Yang tidak berubah adalah siapa yang dilindungi.