Membongkar Data Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Agar Tidak Disesatkan Segelintir Orang
dipos-lintas dari: https://lemmy.ml/post/47988156
Pertumbuhan ekonomi MALUT 32,09% yang wow jika kita melihat hanya dari angka tapi jika kita melihat dampak dan realistisnya ini sangat mengkhawatirkan wak, karna yang di maksimalkan bukan potensi sumber daya manusianya tapi sumber daya alamnya yang akan berdampak ratusan tahun bagi rakyat lokal disana.
Langsung ajalah wak biar singkat poin per poin. Fakta faktanya
- PERTUMBUHAN ITU BUKAN DARI APBD ATAU KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TAPI DARI EKSPLORASI TAMBANG NIKEL SECARA MASAL
MALUT, khususnya halmahera jadi salah satu pusat nikel dunia untuk baterai EV. Lonjakan 32% itu hampir pasti wak didorong oleh proyek smelter nikel dan investasi besar perusahaan tambang. gini wak APBD kecil justru menunjukkan daerah ini hanya jadi tempat lewat investasi asing/swasta. Negara dan korporasi yang ambil untung besar, contohnya perusahaan punya SHARLY TJOANDA. sementara APBD daerah tetap kecil karena pajak dan royalti yang bocor atau kecil wak.
- YANG DI EKSPLOITASI BUKAN POTENSI EKONOMI MELAINKAN ALAM ITU SENDIRI
Hutan tropis, tanah laterit, sungai, dan laut Maluku Utara yang kaya biodiversitas sedang dihancurkan habis-habisan oleh perusahaanSHERLYTJOANDA. Nickel laterite mining butuh deforestasi luas, pembukaan lahan ratusan hektar, dan pembuangan limbah langsung ke lingkungan. Ini bukan pembangunan wak, ini penambangan skala industri yang mengubah lanskap pulau selamanya. Paham wak
- DAYA RUSAKNYA BERTAHAN RATUSAN TAHUN LHO WAK
๐ Pencemaran nikel dan logam berat di tanah dan air tanah sulit terurai. Studi ilmiah menunjukkan kontaminasi heavy metal di area tambang nikel bisa bertahan 200โ500 tahun atau lebih jika tidak diremediasi secara ekstrem, bayangkanlah itu wak.
๐ Deforestasi dan erosi tanah menyebabkan banjir dan longsor permanen, tanah laterit yang terkikis butuh ratusan tahun untuk pulih jadi subur lagi.
๐ Pencemaran laut merusak terumbu karang dan ekosistem pesisir yang jadi sumber protein utama masyarakat Maluku.
- KORBAN UTAMANYA WAK ADALAH RAKYAT LOKAL
โ ๏ธ Nelayan kehilangan ikan karena air laut tercemar limbah tambang. โ ๏ธ Petani dan masyarakat adat kehilangan lahan garapan karena konsesi tambang. โ ๏ธ Kesehatan masyarakat menurun paparan debu nikel menyebabkan penyakit pernapasan, iritasi kulit, hingga risiko kanker jangka panjang. โ ๏ธ Anak cucu mereka yang akan warisi tanah rusak, air keruh, dan ekosistem mati sementara keuntungan nikel mengalir ke pemegang saham perusahaan seperti perusahaan SHERLY TJOANDA โ ๏ธ Data kemiskinan dan stunting di daerah tambang nikel Indonesia seringkali justru lebih tinggi dibanding daerah non-tambang, karena manfaat tidak merata.
- INI PERTUMBUHAN BOOM AND BUST SEMENTARA, BUKAN BERKELANJUTAN,INI POIN NYA WAK
Setelah cadangan nikel habis dalam 20โ40 tahun ke depan, Malut berpotensi jadi ghost province, ekonomi anjlok, pengangguran massal, dan lingkungan yang sudah rusak permanen. Sementara DKI Jakarta dengan APBD besar punya ekonomi yang lebih resilien karena diversifikasi keuangan, perdagangan, digital. Pertumbuhan Maluku Utara 32% terlihat hebat karena basis ekonomi kecil tapi ketika basis itu hancur karena alam rusak, tidak ada lagi yang tersisa, ini bagian mengerikanya wak.
- INI MEMBUKTIKAN KETIDAKADILAN STRUKTURAL.
Daerah kaya SDA seperti Maluku Utara, Papua, atau Sumatra sering dijadikan sapi perah nasional. Pertumbuhan tinggi tapi kesejahteraan rakyat lokal rendah, kemiskinan tetap tinggi, dan lingkungan dikorbankan. Ini bukan keberhasilan pembangunan, tapi kegagalan negara dalam melindungi rakyat dan alam demi target pertumbuhan nasional dan pasokan nikel global untuk transisi energi dunia
KESIMPULAN
Jangan tertipu dengan grafik pertumbuhan 32%. Itu bukan keajaiban, itu harga yang dibayar rakyat Maluku Utara dengan alam mereka yang akan rusak ratusan tahun oleh SHERLY TJOANDA dan negara
Yang diuntungkan adalah korporasi besar dan pemodal seperti perusahaan SHERLY TJOANDA itu sendiri ,Yang jadi korban abadi adalah generasi rakyat lokal yang harus hidup di tanah yang sudah mati. Pembangunan sejati bukan yang menjual masa depan anak cucu demi angka pertumbuhan sesaat. Yang dibutuhkan adalah ekonomi berbasis alam yang dilestarikan, bukan dieksploitasi sampai habis.
Sumber saduran : https://x.com/indepenSumatera/status/2059940162013180098